Showing posts with label Bisnis Online. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Online. Show all posts

Friday, December 20, 2013

Jangan Tiru Kesalahan Berjualan di Media Sosial Ini

Bila Anda memiliki seorang anak berusia remaja yang gemar bermain media sosial dan hendak merambah media sosial sebagai alat bisnis Anda, berkonsultasilah terlebih dahulu dengannya. Kendati tampaknya seseorang bebas melakukan apa pun di media sosial, pada kenyataannya media sosial dipenuhi rambu-rambu tak kasat mata di sana-sini. Anak Anda, besar kemungkinan, sadar dengan berbagai rambu tak terlihat itu.

Oleh karena itu Anda bisa menanyakan mengenai hal-hal yang harus dilakukan dan dihindari untuk mendekati konsumen di media sosial. Bagaimana reaksinya kalau tiba-tiba konsumen di-tag foto produk oleh satu akun toko online? Apakah ia akan tertarik atau malah merasa terganggu dan segera mencabutnya, bahkan menghilangkan akun toko online terkait dari daftar pertemanan?

Bagi saya pribadi, ada beberapa kekeliruan umum yang perlu Anda perhatikan bila Anda hendak berjualan di media sosial. Semoga membantu Anda supaya tidak tampak awam-awam amat. Hehehe.
  1. Tak memahami tata krama media sosial
    Orang-orang menggunakan media sosial sebagai sarana pergaulan. Pahamilah bahwa apa pun yang kita lakukan, jangan sampai hal itu mengganggu aktivitas para pengguna media sosial. Sebagai pihak yang bukan siapa-siapa bagi mereka, membombardir semua yang terdapat dalam jaringan Anda dengan pesan promosi produk Anda pantang untuk dilakukan. Jangan juga men-tag foto terlalu sering hingga membanjiri linimasa mereka. Pahami tata krama media sosial. Jangan tergopoh-gopoh dalam berpromosi, yang bisa menyebabkan Anda dicabut dari jaringan pertemanan banyak orang atau bahkan dicap buruk di media sosial.

    Berjualan HP di Facebook rentan disangka hendak melakukan penipuan

  2. Membalas pertanyaan yang datang dengan dingin
    Bila ada yang mulai menanyakan hal-hal mendetail mengenai produk Anda di media sosial, jangan sekadar menjawab pertanyaannya. Pastikan jawaban Anda terasa ramah dan bersahabat. Pasalnya, membeli produk secara online berarti memercayakan uang kepada orang asing. Sikap yang hangat akan membantu Anda dalam membangun kepercayaan pembeli.
  3. Tidak menjaga pelanggan yang sudah ada
    Mereka yang sudah membeli sudah menjadi network Anda. Jagalah baik-baik dengan memastikan mereka menerima informasi produk terbaru yang kira-kira menjadi preferensi mereka, memastikan mereka terlayani sebaik-baiknya bila memesan lagi. Sapalah juga mereka secara pribadi dan hangat kala mereka menanyakan segala sesuatu. Tag dengan informasi-informasi nonkomersil yang kira-kira berguna untuk mereka. Tag juga apabila ada ucapan hari raya dan semacamnya.
  4. Mengabaikan publikasi informasi nonkomersial
    Meski bukan perusahaan besar, Anda juga perlu melakukan apa yang dalam istilah marketing adalah penjualan lunak, soft selling. Konsumen tentu akan bosan jika hanya disuguhi postingan yang secara gamblang mempromosikan produk Anda. Malah bisa jadi Anda akan dianggap spammer. Ada kalanya mereka membutuhkan pengetahuan baru seperti bagaimana cara merawat produk Anda, bagaimana cara memaksimalkan kegunaan produk Anda, dll. Ini akan membuat akun Anda dianggap ‘berisi’ atau bermanfaat oleh follower Anda di social media. Bisa jadi dengan ini, akun Anda akan direkomendasikan ke yang lain oleh para follower Anda. 
  5. Tidak mengeksplorasi jaringan komunitas di media sosial
    Lewat konsumen yang telah acapkali membeli produk Anda, penting bagi Anda untuk menelusuri jaringannya. Lewat media sosial, Anda dapat memeriksa laman profilnya dan bukan tidak mungkin ia terlibat dalam laman komunitas diskusi yang berhubungan dengan produk Anda. Anda juga dapat mencari komunitas-komunitas ini lewat kolom pencarian. Ketika Anda menemukannya, pastikan Anda tidak datang sebagai pengganggu; Anda mesti datang sebagai seseorang yang mempromosikan produk-produk yang kira-kira mereka butuhkan dan, tentu saja, tampil bersahabat. Bila Anda bisa menggarap jaringan komunitas ini di media sosial, faedah yang Anda raup akan luar biasa.
Jejaring komunitas mudah dicari di FB

Begitu, rekan-rekan. Semoga berguna untuk Anda sekalian.

Friday, December 13, 2013

Tren Online Marketing Beberapa Tahun ke Depan

Tren Online Marketing Beberapa Tahun ke Depan

Apakah satu dasawarsa silam Anda pernah membayangkan akan dapat berbincang-bincang dengan kawan di negeri seberang semudah menyalakan laptop? Dapat memperoleh informasi teraktual nasional maupun internasional tanpa perlu menunggu koran keesokan hari?
Teknologi berkembang begitu pesat hanya dalam hitungan tahun, dan ke depannya masih akan berkembang dengan kecepatan yang sama atau bahkan lebih cepat. Karenanya, bagi Anda sobat e-commerce, perhatikan proyeksi tren online marketing 2014 yang sudah saya sadur dari sejumlah sumber ini. Semoga membantu Anda membuat perencanaan untuk usaha Anda atau bersiap-siap akan perubahan yang mungkin akan terjadi.
  1. Tren perangkat mobile
    Dengan semakin terjangkaunya ponsel pintar, pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia tidak akan menurun dalam waktu dekat. Di seluruh dunia sendiri, pengguna smartphone sudah mencapai kurang lebih 1,1 miliar atau sebanyak 17% dari seluruh penduduk dunia. Lembaga riset teknologi Morgan Stanley bahkan memprediksi pengguna internet mobile akan melampaui pengguna internet PC di tahun 2014. Dengan kata lain, pasar bagi e-commerce hanya akan semakin dan semakin besar. Memastikan toko Anda dapat diakses dengan baik melalui perangkat mobile adalah kewajiban.

  2. Tren search engine marketing
    Meski belum semua memiliki kesadaran untuk menggarap kemunculan nama produk atau mereknya saat ditelusuri dari mesin pencari semacam Google, industri akan semakin menyadari pentingnya peran mesin pencari untuk menuntun para pembeli kepada produknya. Pastikan Anda mengetahui bagaimana agar produk Anda dapat tampil dengan baik dalam mesin pencari— misalnya dengan menggunakan kata kunci yang mudah dikenali sebagai nama produk.
  3. Tren social media marketing
    Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, Tumblr, dan masih banyak yang lainnya. Begitu banyak media sosial tersedia saat ini, dan hanya akan semakin banyak dan semakin kompleks saja dalam beberapa tahun ke depan nanti. Tentu saja Anda tak perlu membuat semua, namun bila ada yang kira-kira dapat menghubungkan Anda dengan konsumen sasaran Anda, fungsikanlah!
  4. Tren situs-situs e-commerce
    Saat ini tak sedikit perusahaan atau investor besar yang berinvestasi membangun situs e-commerce dengan infrastruktur serta tampilan yang memadai. Mereka juga mengucurkan dana yang tak sedikit untuk mempromosikannya. Dipastikan, dalam beberapa tahun ke depan situs-situs yang sedang digarap dengan serius ini akan merangkul banyak pembeli online untuk berlangganan kepadanya. Carilah situs e-commerce yang kira-kira tepat untuk menggelar lapak bagi produk Anda.
  5. Salah satu situs e-commerce yang tengah berkembang (Sumber: http://www.tokoon.com/Home/Beranda)
Dan terakhir, mungkin sebuah tips: jangan berhenti mengikuti perkembangan. Ingat Jeff Bezos. Ia membuka Amazon di sebuah ranah yang benar-benar masih baru saat itu, internet. Ketika gerai-gerai buku terbesar saat itu ikut membuka gerai online, mereka terbukti tak bisa menyamai Amazon yang telah melangkah terlebih dahulu.

Selalu berkembang, sobat e-commerce!